SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri sekaligus menyampaikan tausiah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di Masjid Jannatul Huda, Sangatta Utara, Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan jemaah dari lingkungan sekitar masjid.
Dalam tausiahnya, Bupati Ardiansyah mengingatkan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan tonggak penting dalam sejarah Islam karena menjadi awal diwajibkannya salat lima waktu bagi umat Muslim. Ia menjelaskan bahwa rukun Islam terdiri dari lima perkara, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan salat, menunaikan puasa, membayar zakat, serta menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.
Menurutnya, di antara kelima rukun Islam tersebut, salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Hal ini karena perintah salat diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT tanpa perantara Malaikat Jibril, berbeda dengan perintah ibadah lainnya.
“Salat adalah ibadah yang sangat khusus. Yang pertama kali dihisab di hari kiamat nanti adalah salat. Jika salatnya baik, maka ibadah yang lain akan mengikuti,” ujar Ardiansyah.
Ia juga menegaskan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sementara tujuan utama manusia adalah kembali kepada Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk tidak pernah meninggalkan kewajiban salat dalam kondisi apa pun.
“Selama hidup di dunia ini, jangan pernah meninggalkan salat. Salat harus dijaga, baik dalam keadaan lapang maupun sempit,” katanya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa salat secara bahasa berarti doa. Menurutnya, orang yang enggan berdoa sejatinya sedang menunjukkan sikap sombong dan menjauh dari ajaran Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, ia menekankan peran masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan sarana mempererat silaturahmi serta ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Semakin banyak umat yang memakmurkan masjid, maka persaudaraan dan kebersamaan umat Islam akan semakin kuat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah juga mengajak jemaah untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan bahwa dalam salat lima waktu, umat Islam diwajibkan membaca selawat minimal sembilan kali dalam sehari semalam.
Sementara itu, Ketua RT 65 Perumahan Griya Bukit Pelangi, Baso Arwan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Ia menyebutkan bahwa pembangunan jalan di kawasan perumahan telah mencapai sekitar 70 persen.
“Alhamdulillah, pembangunan infrastruktur jalan sudah berjalan dengan baik. Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan seluruhnya,” ujarnya.
Baso juga memaparkan bahwa pembangunan Masjid Jannatul Huda saat ini masih berada pada tahap pondasi. Ia berharap pembangunan masjid baru dapat segera dilanjutkan karena masjid lama sudah tidak mampu menampung jumlah jemaah, khususnya saat salat Jumat dan kegiatan keagamaan besar.
Sebelumnya, Ketua Takmir Masjid Jannatul Huda, Rajab, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus masjid, guru dan murid TPA, para jemaah, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan peringatan Isra Mikraj tersebut. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan kali ini adalah “Jadikan Masjid Jannatul Huda sebagai Wadah Bersatu dalam Ukhuwah Islamiyah”.
Melalui tema tersebut, pihak takmir berharap masjid dapat menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kebersamaan umat, serta pembangunan Masjid Jannatul Huda dapat segera diselesaikan dengan dukungan semua pihak.(I.R)





