Produktivitas Padi Melonjak, DTPHP Kutim Mantapkan Langkah Menuju Swasembada Beras Lokal

by -475 Views

 (Kutim) – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memperkuat ketahanan pangan daerah terus menunjukkan kemajuan nyata. Melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), berbagai program intensifikasi dan optimalisasi lahan berhasil mendorong peningkatan produktivitas padi secara signifikan di sejumlah wilayah.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa hasil panen padi kini meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu hasil panen padi rata-rata hanya 3,9 sampai 4 ton per hektare, sekarang sudah meningkat menjadi 5 hingga 7 ton per hektare, tergantung kondisi irigasi dan lahan,” ungkapnya kepada awak media, Jum’at (14/11/2025).

Peningkatan ini menjadi bukti bahwa petani Kutim mampu beradaptasi dengan teknologi pertanian modern, didukung komitmen kuat pemerintah daerah dalam memfasilitasi sarana produksi, pembinaan teknis, hingga pendampingan lapangan.

Dari total 2.638 hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Kutim kini mampu memproduksi sekitar 13.000 ton gabah kering panen per tahun, atau setara 7.500 ton beras. Capaian tersebut makin memperkuat pondasi menuju swasembada beras lokal.

Meski demikian, Dyah mengakui produksi saat ini baru memenuhi seperempat kebutuhan masyarakat Kutim yang mencapai 35.000 ton beras per tahun.

“Kita masih kekurangan sekitar 25.000 hingga 28.000 ton per tahun. Tapi semangat petani semakin besar, dan pemerintah terus berupaya memperluas areal tanam serta meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis, DTPHP Kutim tengah melakukan kajian perluasan lahan pertanian di sejumlah titik yang dinilai potensial. Beberapa kawasan berstatus khusus kini sedang dalam proses pengusulan izin pemanfaatan ke kementerian terkait.

Dyah menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara selektif dan berorientasi keberlanjutan.

“Pemerintah tidak ingin membuka lahan secara serampangan. Setiap bidang yang diajukan harus benar-benar produktif, aman, dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan lahan, DTPHP menaruh perhatian besar pada penguatan jaringan irigasi. Daerah seperti Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat kini mampu melakukan tanam hingga tiga kali setahun. Sementara wilayah Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Bengalon baru bisa dua kali tanam karena keterbatasan air.

“Jaringan irigasi menjadi kunci utama. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Air menentukan produktivitas,” ujar Dyah.

Dengan dukungan lintas sektor, semangat petani, dan penerapan teknologi yang terus berkembang, DTPHP Kutim optimistis target swasembada beras lokal dapat tercapai dalam waktu tidak terlalu lama.

“Petani kita semangat, lahannya potensial, dan pemerintah berkomitmen penuh mendukung. Dengan kerja sama semua pihak, Kutim siap melangkah menuju swasembada beras lokal,” tutup Dyah. (adv/rm/be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.