DTPHP Kutim Hadirkan Teknologi Modern untuk Petani

by -429 Views

Beritaexpress.com (Kutim) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu modernisasi pertanian sebagai jawaban atas berkurangnya tenaga kerja tani di daerah tersebut. Dengan menghadirkan beragam teknologi dan alat pertanian modern, pemerintah ingin memastikan produktivitas petani tetap meningkat di tengah tantangan minimnya minat generasi muda untuk bertani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan bahwa penurunan jumlah tenaga kerja tani telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, modernisasi dianggap sebagai langkah paling efektif untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

“Kami melihat modernisasi pertanian menjadi solusi utama. Dengan penggunaan alat-alat pertanian modern, petani bisa bekerja lebih efisien tanpa bergantung pada tenaga kerja manual,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Komitmen modernisasi ini diwujudkan dengan penempatan combine harvester di wilayah Long Mesangat. Alat panen modern ini terbukti mempercepat proses panen dan mengurangi ketergantungan pada buruh tani yang semakin langka.

Dengan kemampuan memotong, merontokkan, dan membersihkan gabah dalam satu proses, combine harvester dinilai mampu meningkatkan akurasi dan efisiensi panen secara signifikan.

Untuk mempercepat pengolahan lahan, DTPHP Kutim juga menambah bantuan traktor roda empat kepada kelompok tani.

“Selama ini kalau pakai hand tractor roda dua, butuh tiga sampai empat hari untuk mengolah satu hektare lahan. Tapi dengan traktor roda empat, hanya memakan waktu sekitar tiga jam saja,” jelas Dessy.

Waktu yang jauh lebih singkat ini memungkinkan petani melakukan tanam serentak, yang berdampak langsung pada keberhasilan pengendalian hama dan peningkatan hasil produksi.

Sebagai bagian dari langkah modernisasi lebih lanjut, DTPHP Kutim juga menyiapkan bantuan drone pertanian yang memiliki dua fungsi, yaitu pemupukan dan pengendalian hama.

“Kita akan suport drone untuk daerah-daerah sentra dulu yang memiliki luas lahan di atas 300 hektare,” katanya.

Teknologi drone dinilai mampu memberikan hasil lebih presisi sehingga penggunaan pupuk lebih efisien dan risiko serangan hama bisa ditekan lebih cepat.

Dessy menegaskan bahwa modernisasi adalah langkah wajib untuk menjaga momentum pertanian Kutim tetap bergerak maju, terutama karena semakin banyak masyarakat memilih bekerja di perusahaan dibanding bertani.

“Kami akan memodernisasi alat pertanian karena sektor ini mengalami keterbatasan tenaga kerja,” tegasnya.

Dengan hadirnya berbagai teknologi modern, DTPHP Kutim optimistis sektor pertanian akan semakin adaptif, efisien, dan produktif. Pemerintah berkomitmen terus menghadirkan inovasi agar pertanian Kutai Timur tetap berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah. (rm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.