Disdikbud Kutim Genjot Edukasi Sejarah Islam Lewat Kartun hingga Animasi

by -446 Views

Beritaexpress.com (Kutim) – Upaya memperkuat literasi sejarah Islam di kalangan pelajar Kutai Timur (Kutim) terus digenjot. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menegaskan komitmennya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih variatif, modern, dan dekat dengan dunia anak-anak.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan hal tersebut saat menutup Pameran Sejarah Islam di Masjid Agung Al-Faruq, Sabtu (22/11/2025). Ia menilai pameran ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi momentum strategis untuk mengenalkan sejarah peradaban Islam, termasuk proses masuknya Islam ke Kutim yang masih minim diketahui masyarakat.

“Tidak banyak orang tahu bagaimana sejarah Islam masuk ke Kutai Timur. Ini momen bagi kita untuk memperkenalkannya. Termasuk sejarah Kerajaan Kutai, yang ke depan akan kita gali lebih dalam lagi,” ujar Mulyono.

Untuk membuat sejarah lebih mudah dipahami dan menarik bagi pelajar, Disdikbud Kutim berencana mengembangkan media pembelajaran visual berupa buku kartun dan animasi sejarah Islam. Media ini akan merangkum perjalanan dakwah dari Mekkah hingga penyebarannya di Kutim.

“Kita lihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Maka ke depan, kita ingin menyusun konsep yang lebih lengkap tentang bagaimana Islam hadir dan berkembang di Kutim, dari masa lampau hingga sekarang,” jelasnya.

Tak hanya visualisasi pembelajaran, Disdikbud juga akan menambah ragam lomba yang berkaitan dengan seni budaya Islam. Tahun depan, kategori untuk peserta putra akan dibuka lebih luas setelah tahun ini didominasi peserta putri.

“Lomba-lomba seperti kasidah dan habsyi akan terus kami tambah. Tahun depan kita buka lebih banyak untuk peserta putra agar keterlibatannya lebih merata,” tambah Mulyono.

Meskipun tidak ditetapkan sebagai mata pelajaran muatan lokal khusus, edukasi sejarah Islam dan budaya lokal akan dimasukkan dalam kegiatan sekolah sebagai materi pendamping.

“Penguatan ini akan hadir melalui ekstrakurikuler, proyek tematik, hingga kegiatan kebudayaan,” tandasnya. (adv/rm/be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.