SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus melindungi generasi muda. Hal itu mengemuka dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim di Mako Lanal Sangatta, Selasa (22/9/2026).
Rapat tersebut membahas tiga agenda utama, yakni pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, serta persiapan HUT ke-27 Kutim.
Dalam penanganan karhutla, kondisi di Kutim masih terkendali. Dari sejumlah kejadian di beberapa kecamatan, luas lahan terbakar tercatat sekitar 112 hektare. Respons cepat petugas gabungan menjadi kunci agar titik api tidak berkembang dan meluas.
“Total lahan terbakar seluas 112 hektare sejauh ini sudah berhasil ditangani dengan baik berkat respons cepat petugas gabungan di lapangan,” kata Ardiansyah.
Selain lingkungan, perhatian Pemkab Kutim diarahkan pada perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika. Edukasi bahaya narkoba akan diperkuat mulai jenjang SD dan SMP agar pelajar memiliki pemahaman sejak dini.
Kapolres Kutim AKBP Aryansyah menilai edukasi tersebut menjadi bagian penting dari langkah pencegahan.
“Literasi pembelajaran tentang bahaya narkoba untuk tingkat SD dan SMP sangat krusial. Kita ingin anak-anak sejak dini ikut mendukung pemberantasan narkoba,” ujarnya.
Komitmen tersebut akan diperkuat melalui Deklarasi Antinarkoba pada rangkaian HUT ke-27 Kutim, 12 Oktober mendatang. Melalui koordinasi Forkopimda, Pemkab Kutim terus mendorong langkah bersama untuk menciptakan daerah yang aman sekaligus membangun generasi muda yang tangguh.(Adv/Kominfo)







