Bupati Kutim Resmi Tutup Magic Land 2025: Saatnya Menunjukkan Keajaiban Kutai Timur ke Masyarakat

by -556 Views

 (Kutim) – Bupati Kutai Timur (Kutim) resmi menutup rangkaian Magic Land 2025, sebuah agenda kebudayaan yang selama penyelenggaraannya berhasil menampilkan ragam potensi seni, tradisi, dan khazanah lokal Kutim. Dalam penutupan tersebut, Bupati menegaskan bahwa Magic Land bukan sekadar konsep daerah “ajaib”, melainkan representasi dari keajaiban nyata yang dimiliki Kutai Timur.

“Magic Land itu bukan daerah ajaib, tapi keajaiban Kutim. Kita tidak lagi dalam tahap menjelaskan keajaiban itu, karena kita sudah memahaminya bersama. Sekarang tugas kita adalah memperlihatkan ke masyarakat apa yang benar-benar menjadi keajaiban Kutim,” ujar Bupati dalam sambutannya, Minggu (16/11/2025).

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan catatan penting kepada bidang kebudayaan, khususnya terkait pengembangan seni tarsul—warisan seni khas Kutim yang masih memiliki peluang besar untuk digali dan dimajukan.

“Untuk di Kutim kita punya seni tarsul. Saya harap ini bisa digali dan dibuatkan peluangnya. Budaya inilah yang memberikan nalar bahwa kita memiliki kekayaan,” tegasnya.

Ia menilai seni tarsul dapat menjadi ikon baru yang memperkuat identitas budaya daerah serta membuka ruang bagi seniman lokal untuk tampil dan berkembang.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa Magic Land merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk mengangkat kebudayaan Kutai Timur menuju level yang lebih tinggi.

“Magic Land itu masih di bawah Wonderland. Saat ini kita bekerja keras untuk memperkenalkan khazanah-khazanah kebudayaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Selama penyelenggaraan Magic Land 2025, berbagai kegiatan seni, pameran budaya, hingga pertunjukan tradisional telah disuguhkan sebagai bentuk nyata upaya memperlihatkan kekayaan Kutim kepada masyarakat.

Meski acara resmi ditutup, Bupati menegaskan bahwa Magic Land 2025 bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar untuk memperkuat jati diri kebudayaan Kutai Timur.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan—dari pemerintah, komunitas seni, hingga masyarakat—dapat terus berperan aktif dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan budaya lokal.

Dengan ditutupnya Magic Land 2025, Kutai Timur kini melangkah ke fase baru: mengubah keajaiban yang dimiliki menjadi kebanggaan yang terlihat, terasa, dan diakui oleh semua orang. Adv/rm/be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.