Disdikbud Kutim Suguhkan Pameran Miniatur Nabi dan Rasul

by -517 Views

 (Kutim) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, melalui Bidang Kebudayaan, kembali menghadirkan program edukatif yang sarat nilai keagamaan. Kali ini, masyarakat disuguhkan Pameran Miniatur Sejarah Nabi dan Rasul, sebuah kegiatan bernuansa religi yang mengangkat Jejak Peradaban Islam dari Zaman Nabi Muhammad SAW hingga ke Kutai Timur.

Digelar selama sepekan di kawasan Masjid Agung Al Faroeq, Kutai Timur, pameran ini menjadi bagian dari rangkaian program Menyapa Bupati—konsep yang menggabungkan dakwah, edukasi, dan wisata religi dalam satu kegiatan yang ramah dan inklusif.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan rangkaian miniatur, ilustrasi visual, dan video edukasi yang menggambarkan perjalanan Nabi dan Rasul. Mulai dari masa sebelum kelahiran, periode kenabian, hingga proses penyebaran ajaran Islam ke berbagai belahan dunia.

“Tujuan kami adalah menyiarkan kembali kisah dan sejarah Nabi kepada masyarakat, terutama umat Muslim. Edukasi sejarah harus bisa dinikmati dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ungkapnya, Minggu (16/11/2025).

Dengan pendekatan visual yang menarik, pameran ini menjadi ruang yang mampu menghidupkan kembali perjalanan panjang peradaban Islam, termasuk bagaimana nilai Islam dan tradisi keagamaan akhirnya sampai dan berkembang di Kutim.

Pameran ini tidak hanya dirancang sebagai tontonan, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran. Pengunjung, terutama pelajar dan keluarga, dapat mengikuti alur sejarah melalui instalasi yang dibuat detail dan informatif.

“Harapannya, pameran ini menjadi ruang belajar yang hidup. Bukan hanya sekadar melihat, tetapi juga memahami dan mengapresiasi sejarah Islam secara lebih mendalam,” tambah Padliansyah.

Untuk menambah daya tarik, pameran turut diramaikan dengan berbagai kegiatan: Lomba mewarnai untuk anak-anak TK, Lomba kasidah, Lomba hapsi, Lomba mendongeng kisah Islami.

Selain itu, pada hari kedua hadir Seminar Penyebaran Agama Islam di Kutai Timur, melibatkan akademisi dari STAI Sangatta, UINSI Samarinda, serta seniman lokal. Hasil materi seminar nantinya menjadi dasar penyusunan Buku Sejarah Penyebaran Islam di Kutai Timur, yang dijadwalkan terbit pada tahun 2026.

Program ini juga menjadi langkah awal menuju hadirnya galeri permanen Sejarah Nabi dan Rasul di Kutai Timur, sebagai pusat informasi dan wisata religi. Koleksi pameran kini dipersiapkan menjadi pameran tetap di area pameran Masjid Al-Faruq agar masyarakat dapat mengunjunginya kapan saja.

Padliansyah menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Agung Kutai Timur yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan pameran ini.

“Kami sangat berterima kasih karena pihak Masjid Agung telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh. Tempat yang nyaman ini membuat pameran bisa dinikmati masyarakat secara maksimal,” ujarnya.

Berbagai UMKM kuliner, penyedia jasa travel haji–umrah, hingga komunitas Islam turut mengambil bagian dalam pameran ini. Keberadaan mereka tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga membuka ruang ekonomi dan kolaborasi bagi masyarakat.

Melalui pameran ini, Disdikbud Kutim berharap nilai edukasi, sejarah, dan keagamaan dapat tersampaikan secara mendalam serta memperkuat identitas budaya Islami di Kutai Timur. (adv/rm/be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.