Gebyar Literasi Kutim Catat 3.692 Pengunjung dan 2.840 Transaksi Buku

by -452 Views

SANGATTA – Gebyar Literasi Kutai Timur (Kutim) 2026 tidak sekadar menjadi ruang pameran buku. Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan pengunjung dan transaksi buku yang tercatat selama kegiatan berlangsung.

Pameran buku dan festival literasi bertajuk “Out of the Boox” yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, YPPSB Munthe, resmi berakhir setelah ditutup Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Minggu (4/10) malam.

Ketua Panitia Pelaksana Deden Lukman menyebut, total kunjungan selama pameran mencapai 3.692 orang. Jumlah tersebut setara rata-rata sekitar 369 pengunjung setiap hari.

Aktivitas masyarakat di lokasi juga tercermin dari transaksi penjualan buku. Panitia mencatat 2.840 transaksi selama kegiatan, dengan capaian penjualan mencapai 175 persen dari target awal.

Buku anak menjadi salah satu kategori yang paling diminati. Data panitia menunjukkan segmen tersebut menyumbang sekitar 30 persen dari total buku yang terjual.

Tak hanya pameran, Gebyar Literasi 2026 juga menggelar 15 agenda pendukung dengan melibatkan lebih dari 2.500 peserta. Kegiatan itu mencakup mendongeng, talkshow, workshop penulisan hingga perlombaan seni dan literasi.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk memperkuat budaya literasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa literasi memiliki peran lebih luas dibanding sekadar kemampuan membaca.

“Kalau kita hidup tanpa literasi, Saudara sekalian, apalah makna kehidupan itu sendiri?” ujar Ardiansyah.

Ia juga mengingatkan perkembangan teknologi AI agar tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam berkarya, bukan menggantikan karakter manusia.

“Harus suara khas, suara asli. Kasihan nanti yang suara asli sudah capek-capek rekaman dirubah. Karena suara khas AI itu nggak pernah ada yang salah,” tegasnya.

Ardiansyah berharap geliat literasi tersebut terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan generasi muda dalam membaca, berpikir, serta menghasilkan karya.

“Melalui penyelenggaraan Gebyar Literasi 2026 ini, Pemkab Kutim berharap minat baca dan semangat literasi masyarakat khususnya generasi muda terus meningkat, menjadikan literasi sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban dan daya saing daerah ke depan,” tutupnya. (Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.