HUT ke-27 Kutim Jadi Momentum Mendorong Transformasi Ekonomi Berbasis Hilirisasi

by -389 Views

SANGATTA – Ketergantungan ekonomi Kutai Timur (Kutim) terhadap sektor pertambangan masih menjadi tantangan pembangunan daerah. Di tengah dominasi sektor tersebut, pemerintah kabupaten mendorong hilirisasi sumber daya alam untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan arah transformasi itu saat membacakan sambutan pada upacara peringatan HUT ke-27 Kutim, Senin (12/10/2026).

Pada 2025, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang sekitar 70,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 1,05 persen. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya memperkuat sektor ekonomi lain yang memiliki potensi berkembang.

“Kutai Timur tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, serta menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa,”ungkapnya.

Salah satu upaya yang disorot ialah rencana gasifikasi batu bara menjadi metanol di Bengalon. Pengembangan industri pengolahan tersebut diharapkan membuka peluang investasi sekaligus mendorong keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi daerah.

Ardiansyah juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemerataan akses infrastruktur harus berjalan beriringan.

“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan banyaknya penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, adil, berkualitas, dan manusiawi,” tegasnya.

Melalui tema HUT ke-27, “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”, pemerintah daerah mendorong agar manfaat pembangunan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah pedesaan.

Transformasi ekonomi diharapkan menjadi pijakan bagi Kutim untuk memperkuat kemandirian daerah, meningkatkan daya saing, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata. (Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.