Kabut Asap Belum Reda, Siswa Kutim Kembali Belajar dari Rumah

by -630 Views

SANGATTA – Kabut asap kembali berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Mulai 18 September 2026, siswa kembali mengikuti pembelajaran dari rumah setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.

Yang menjadi perhatian, belum ada kepastian kapan siswa dapat kembali belajar di sekolah. Disdikbud masih menunggu perkembangan kualitas udara sebelum menetapkan pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga pendidikan.

“Untuk sementara pembelajaran tatap muka kita hentikan dan dialihkan ke pembelajaran jarak jauh mulai 18 September,” kata Mulyono.

Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut rapat bersama Asisten I Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur, Dinas Kesehatan, serta seluruh camat se-Kutim pada 17 September 2026.

Selama PJJ, proses belajar dilaksanakan secara daring. Mekanisme pembelajaran diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dengan kepala sekolah mengatur pola yang dinilai paling efektif.

“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran secara online. Mekanismenya diatur masing-masing kepala satuan pendidikan agar tetap efektif,” ujarnya.

Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan melalui skema Work From Home (WFH) sesuai pengaturan kepala sekolah. Absensi siswa maupun guru juga dilakukan secara daring.

Mulyono menegaskan, keputusan kembali ke pembelajaran tatap muka belum dapat ditentukan. Kondisi kualitas udara akan menjadi salah satu dasar evaluasi Disdikbud sebelum kebijakan berikutnya ditetapkan.

“Kita akan terus melihat perkembangan kualitas udara. Untuk kapan kembali tatap muka, nanti menunggu hasil evaluasi kondisi udara terkini,” jelasnya.

Selama PJJ berlangsung, sekolah juga diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua atau wali murid. Orang tua diharapkan memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap belum membaik.

Disdikbud bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan Indeks Kualitas Udara (IKU). Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kelanjutan PJJ dan waktu kembalinya pembelajaran tatap muka.

Dengan kebijakan ini, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, namun untuk sementara tidak dilakukan di ruang kelas hingga kondisi udara dinilai lebih aman bagi warga sekolah.(adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.