Kabut Asap Menipis, Pemkab Kutim Masih Temukan Kualitas Udara Belum Aman

by -529 Views

SANGATTA – Kabut asap di sejumlah wilayah Kutai Timur (Kutim) mulai menipis secara kasatmata. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kualitas udara yang aman. Hasil pengukuran di sejumlah fasilitas kesehatan masih menunjukkan adanya wilayah dengan kualitas udara yang perlu diwaspadai.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutim, Trisno, mengatakan pemerintah menemukan perbedaan antara kondisi yang terlihat secara langsung dengan hasil pengukuran kualitas udara.

“Beberapa camat melaporkan secara pandangan visual di lapangan asap sudah berkurang, tetapi hasil pengukuran dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas menunjukkan data yang berbeda,” ujar Trisno,Kamis 24/9/2026.

Menurut dia, kondisi udara tidak bisa sepenuhnya dinilai hanya berdasarkan ketebalan asap yang terlihat. Sejumlah parameter pencemar membutuhkan alat ukur untuk mengetahui konsentrasinya secara lebih akurat.

“Tidak semua kualitas udara bisa dilihat secara visual. Yang kita gunakan adalah data-data dari alat ukur yang dilaksanakan kawan-kawan Puskesmas,” katanya.

Dari evaluasi terbaru, sekitar lima dari 18 kecamatan di Kutim tercatat dalam kondisi baik. Sementara wilayah lainnya masih membutuhkan perhatian karena kualitas udara belum stabil.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemkab Kutim untuk tetap mempertahankan kebijakan penanganan dampak karhutla dan pencemaran udara yang telah dituangkan melalui Surat Edaran Bupati.

Trisno menyebut, perkembangan kualitas udara akan terus dipantau. Hasil pengukuran menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebijakan berikutnya.

Masyarakat juga diimbau tetap mengikuti anjuran kesehatan dan tidak hanya mengandalkan kondisi udara yang terlihat secara kasatmata. Pemantauan dilakukan Pemkab Kutim bersama OPD terkait dan pemerintah kecamatan.(Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.