Beritaexpress.com (Kutim) – Penaganan Stuting di Kutai Timur (Kutim) mendapat respon positif dari Kepala Desa Swarga Bara Wahyudi Usman. Ia mengaku bahwa saat ini sejumlah program telah dipersiapkan.
Diakui Wahyudi Usman, anak dengan gejala stunting diwilayah Swarga Bara, tergolong tinggi dan diperkirakan mencapai angka dua ribuan anak.
“Sebenarnya ada dua, yakni keluarga dan anak yang beresiko stunting. Namun untuk kami Desa Swarga bara, anak yang beresiko stunting ini yang sementara kita fokuskan dan cukup serius, meskipun disisi saat ini ada kenaikkan jumlah namun kita yakini ini merupakan kabar baik,” beber Wahyudi Usman.
“Kami tekankan bahwa meskipun jumlah anak yang beresiko stunting tergolong tinggi, namun terkait anak yang terkena stunting diwilayah Swarga Bara, hingga detik ini saya belum mendapat data alias nihil,” tambahnya.
Lebih jauh, Ia mengkau kader-kader kesehatan yang menjadi ujung tombak Desa, terus dikerahkan untuk memaksimalkan dan melakukan jemput bola kemasyarakat serta pemahaman terkait resiko stunting.
“Kenaikkan angka ini saya kira bukan kegagalan, namun dampak yang ditimbukan dari gencarnya kami melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu yang mempunyai balita untuk dilakukan pemeriksaan di Posyandu.
Langkah yang dilakukan terbilang efektif dan mendapat sambutan positif dari masyarakat “Jemput bola termasuk efektif. Kami juga lakukan pemberian vitamin untuk anak-anak yang memiliki gejala. Tentu ini tugas mulai, terlebih mewujudkan generasi muda yang kuat, sehat dan hebat,” tutupnya. (adv/be)






