Kasus Malaria di Kutim Capai 118 Kasus, Sandaran Tertinggi

by -538 Views

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran malaria. Sepanjang Agustus hingga September 2026, tercatat 118 kasus malaria yang dilaporkan dari sejumlah rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kecamatan Sandaran menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 22 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian wilayah Kutim memiliki aktivitas masyarakat yang berdekatan dengan kawasan hutan.

Kepala Dinkes Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam penularan malaria.

“Kasus malaria menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Kutim memiliki aktivitas masyarakat yang berdekatan dengan kawasan hutan,” kata Yuwana di Sangatta.

Menurut dia, perubahan kawasan hutan akibat kebakaran lahan dan hutan (karhutla) maupun pembukaan lahan perkebunan dan permukiman berpotensi membuat nyamuk pembawa malaria berpindah ke area yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kalau ada pembukaan lahan, sawit misalnya, atau hutan yang dibuka untuk perumahan, nyamuknya akan berpindah dan orang yang berada di sekitar lokasi berpotensi tergigit,” ujarnya.

Dinkes Kutim juga memperkuat penelusuran epidemiologi setiap menerima laporan kasus. Petugas akan turun ke lapangan untuk mencari sumber penularan sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya penderita lain di sekitar lokasi.

Yuwana mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada malaria, khususnya bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan pembukaan lahan.

Upaya deteksi dini dan penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah penyebaran malaria sekaligus memutus mata rantai penularan di masyarakat.(Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.