SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan kondisi jalan mantap meningkat hingga sekitar 50 persen dalam tiga tahun mendatang. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki konektivitas di wilayah yang memiliki bentang geografis luas.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, peningkatan kualitas jalan menjadi kebutuhan penting karena masih terdapat sejumlah akses antarkawasan yang belum terhubung secara optimal.
“Masih ada beberapa, karena memang MY itu di antaranya untuk jalan yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang,” ujar Ardiansyah,Saat di wawancara belum lama ini.
Menurut Ardiansyah, pembangunan infrastruktur tidak hanya diarahkan untuk membuka akses baru. Ruas yang sudah tersedia juga perlu ditingkatkan agar jaringan transportasi antardesa dan antarkecamatan semakin terhubung.
Sejumlah kawasan masih menjadi perhatian, termasuk Sandaran. Jalur yang menghubungkan Muara Bengkal dengan Desa Mulungan juga masuk dalam kebutuhan penanganan infrastruktur.
Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Kutim menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multi years (MY). Skema ini memungkinkan pengerjaan proyek strategis dilakukan secara berkelanjutan dan tidak terhenti dalam satu tahun anggaran.
“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen,” katanya.
Sebanyak 13 proyek MY disiapkan dengan nilai sekitar Rp1,08 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas Rp383,9 miliar pada 2026 dan Rp697,5 miliar pada 2027.
Paket pekerjaan mencakup sejumlah proyek jalan dan jembatan, termasuk Jembatan Muara Bengalon serta rekonstruksi Jembatan Batu Balai–Muara Bengkal. Pemerintah berharap pembangunan bertahap ini memperkuat konektivitas sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kutim. (Adv/Kominfo)







