Kutim Kejar Konektivitas Wilayah Terpencil Lewat 13 Proyek Infrastruktur

by -332 Views

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan konektivitas wilayah sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur. Kondisi geografis yang luas membuat sejumlah akses antardesa dan kecamatan masih membutuhkan penanganan secara bertahap.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan 13 proyek kontrak tahun jamak atau multi years (MY) yang tetap berlanjut dalam APBD Perubahan 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,08 triliun untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di sejumlah kawasan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga membuka akses menuju wilayah yang selama ini belum terhubung secara optimal.

“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen,” ujar Ardiansyah.

Ia menyebut Sandaran sebagai salah satu kawasan yang masih membutuhkan peningkatan akses. Jalur menuju wilayah ujung desa belum sepenuhnya terkoneksi. Begitu pula akses dari Muara Bengkal menuju Desa Mulungan yang masih menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan.

Selain jaringan jalan, paket MY juga menyasar infrastruktur penghubung lainnya. Beberapa di antaranya Jembatan Muara Bengalon, Jembatan Batu Balai–Muara Bengkal serta pembangunan Pelabuhan Umum Sangatta di Kenyamukan.

Pada 2026, alokasi anggaran untuk proyek MY mencapai Rp383,9 miliar dan dilanjutkan Rp697,5 miliar pada 2027.

Pemkab Kutim berharap kesinambungan proyek tersebut tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat akses ekonomi antarkawasan.
(Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.