Mahyunadi Tantang Wartawan Naik Kelas: UKW Tak Boleh Sekadar Formalitas

by -581 Views

Beritaexpress.com (Kutim) – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menantang insan pers untuk “naik kelas” dalam profesionalisme jurnalistik. Hal ini ia sampaikan saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Kutim bekerja sama dengan Diskominfo Staper Kutim di D’Lounge Hotel Royal Victoria, Selasa (18/11/2025).

Di hadapan peserta UKW, Mahyunadi menegaskan bahwa wartawan hari ini menghadapi tantangan jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Arus informasi semakin liar, ruang digital semakin sesak, dan publik menuntut berita yang cepat sekaligus akurat. Karena itu, menurutnya, wartawan tidak cukup hanya mengantongi sertifikat kompetensi.

“Berita wartawan bisa membuat dunia bergejolak. Mindset wartawan harus kuat bahwa tujuan utama mereka adalah membuat bangsa ini lebih baik,” tegasnya.

Mahyunadi menilai UKW merupakan langkah penting, tetapi bukan titik akhir. Ia menyebutkan bahwa kualitas seorang wartawan tidak hanya dilihat dari kepemilikan sertifikat, tetapi bagaimana kemampuan itu diwujudkan dalam kualitas pemberitaan sehari-hari.

“UKW itu penting, tapi jangan berhenti sebagai formalitas semata. Kompetensi harus dibuktikan di lapangan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa profesionalisme menuntut kepekaan, ketelitian, dan integritas tinggi dalam menyajikan informasi kepada publik. Dalam konteks pembangunan daerah, pers memegang peran strategis sebagai pengarah opini publik sekaligus pengawas kebijakan.

Mahyunadi juga menyinggung pentingnya menjaga batas antara kritik konstruktif dan provokasi. Ia mengingatkan bahwa kontrol sosial yang dilakukan pers harus tetap berada dalam koridor etika jurnalistik.

“Wartawan wajib kritis, tapi tidak boleh provokatif. Tetap berpegang pada etika profesi,” tambahnya.

Di era persaingan media digital yang sering mengutamakan kecepatan dan klikbait, pesan ini menjadi pengingat agar wartawan tidak tergelincir dalam pemberitaan yang menyesatkan atau memicu konflik.

Mahyunadi menyampaikan harapannya agar UKW tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun kualitas SDM pers di Kutim. Ia optimistis bahwa dengan kompetensi yang semakin kuat, ekosistem informasi di daerah akan lebih sehat, edukatif, dan mendukung pembangunan.

Kehadiran wartawan yang profesional, berdaya saing, dan konsisten menerapkan standar etik disebutnya sebagai kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media. (adv/rm/be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.