Padi Gogo Jadi Harapan Baru, Kutim Pacu Produktivitas Lahan Kering

by -445 Views

Beritaexpress.com (Kutim) – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas upaya penguatan ketahanan pangan dengan memaksimalkan potensi lahan kering di wilayah pedalaman. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), pengembangan padi gogo kini menjadi salah satu tumpuan utama untuk meningkatkan produktivitas petani nonirigasi.

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengungkapkan bahwa sejumlah kecamatan seperti Busang, Long Mesangat, dan Muara Bengkal selama ini mengandalkan padi gunung sebagai sumber pangan. Meski memiliki cita rasa khas, produktivitasnya masih rendah—rata-rata hanya sekitar satu ton per hektare.

“Padi gunung memang memiliki cita rasa yang disukai masyarakat, tetapi dari sisi produksi masih belum optimal,” ujarnya.

Menjawab tantangan tersebut, DTPHP melakukan pemuliaan terhadap empat varietas lokal padi gunung agar hasil panennya meningkat tanpa menghilangkan karakter rasa yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Namun pelestarian varietas lokal tidak berdiri sendiri. DTPHP juga gencar mendorong penggunaan padi gogo, varietas yang lebih adaptif terhadap kondisi minim air dan cocok untuk lahan kering yang luas di Kutim.

“Padi gogo kita dorong sebagai alternatif bagi petani di daerah nonirigasi, supaya mereka tetap bisa berproduksi maksimal,” tambah Dessy.

Minat petani terhadap varietas ini semakin meningkat, seiring dengan dukungan pemerintah daerah berupa bantuan benih, penyuluhan teknis, serta pendampingan lapangan. Selain itu, bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN turut mempercepat distribusi benih unggul ke daerah-daerah pedalaman Kutim.

Dessy menegaskan bahwa keseimbangan antara peningkatan produksi dan pelestarian budaya pangan lokal menjadi prinsip utama dalam program ini. Sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian dinilai menjadi kunci keberhasilan pengembangan padi di wilayah kering.

“Kami berharap dukungan pusat terus berlanjut agar petani di Kutim semakin mandiri dan hasil panennya meningkat,” pungkasnya. (adv/rm/be)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.