Beritaexpress.com (Kutim) – Pemeirntah Kutai Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berupaya memperluas investasi daerah. Salah satu langkah strategis yang kini ditempuh, yakni penyusunan studi kelayakan dan prospektus investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk dua komoditas unggulan.
Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani, menjelaskan bahwa program IPRO ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor perkebunan di luar kelapa sawit yang selama ini mendominasi perekonomian daerah. “Kami tidak ingin hanya membuat IPRO saja, tapi juga memastikan ada langkah turunan yang nyata. Hasil pembuktiannya harus terlihat dari berdirinya pabrik di Kutim,” tegas Dasarfani.
Katanya Dasarfani, pemilihan dua komoditas tersebut didasari potensi besar yang dimiliki namun belum tergarap secara maksimal. Kakao dan karet bukan hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga erat kaitannya dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal.
“Dua komoditas ini bukan sekadar sumber mata pencarian, tapi juga bagian dari kearifan lokal. Banyak petani kakao dan karet di Kutim yang belum terakomodir dan kurang mendapat perhatian. Padahal, potensi ini bisa jadi unggulan daerah seperti halnya sawit,” ujarnya.
Meski DPMPTSP memiliki keterbatasan anggaran, pihaknya berkomitmen melaksanakan kajian ini secara optimal agar dapat menarik minat investor dalam dan luar negeri.
“Kami berupaya maksimal agar hasil studi ini mampu menjadi daya tarik investasi yang konkret. Nantinya, hasil IPRO akan kami laporkan kepada Bupati Kutim sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut,” tambahnya.
“Langkah strategis seperti ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami optimistis, jika IPRO ini terealisasi, Kutim bisa menjadi pusat pengembangan kakao dan karet di Kalimantan Timur,” imbuhnya. (adv/be)







