SANGATTA – Bupati Running Fest 2026 di Kutai Timur (Kutim) tak sekadar menjadi ajang adu kemampuan para pelari. Kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi momentum mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup aktif dan menjaga kebugaran secara berkelanjutan.
Ratusan pelari dari Kutim dan sejumlah daerah mengikuti kegiatan yang digelar Minggu (27/9/2026). Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan sekaligus melepas peserta kategori 10 kilometer (10K).
Ardiansyah mengapresiasi antusiasme peserta yang ikut meramaikan agenda olahraga tersebut. Menurutnya, aktivitas lari menjadi salah satu pilihan olahraga yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Terima kasih kepada semua peserta yang hari ini hadir dalam rangka memeriahkan Bupati Running Fest 2026,” ujar Ardiansyah, saat pembukaan running fest bupati 2026, Minggu (27/9/2026).
Pemkab Kutim juga membuka peluang pengembangan kegiatan dengan tantangan jarak yang lebih panjang pada penyelenggaraan berikutnya. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan event lari sebagai agenda olahraga yang terus berkembang di daerah.
“Insyaallah tahun depan kita juga akan melaksanakan maraton 28 kilometer sesuai dengan Hari Ulang Tahun Kutai Timur,” katanya.
Selain menjaga kebugaran, Ardiansyah mengingatkan peserta agar semangat berolahraga tetap dibarengi keseimbangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikannya dengan selipan humor saat memberikan sambutan.
“Saya berharap tetap lari sebagaimana yang Anda lakukan, tapi jangan sampai lari dari kenyataan. Itu berbahaya,” ucapnya.
Pelepasan peserta 10K berlangsung meriah. Para pelari kemudian menempuh rute yang telah disiapkan hingga mencapai garis finis. (Adv/Kominfo)





