Sawit Digenjot, Mahyunadi Ingatkan Lahan Pangan Kutim Jangan Dikorbankan

by -420 Views

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan pengembangan komoditas kelapa sawit harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengingatkan agar program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tidak sampai mengorbankan lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber produksi pangan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyunadi dalam Lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya. Ia menilai PSR memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan keberadaan lahan pertanian pangan.

“PSR ini penting untuk memperbaiki tata kelola dan produktivitas kebun rakyat. Namun, jangan sampai ada lahan sawah atau tanaman pangan yang justru dialihfungsikan menjadi kebun sawit,” ungkap Mahyunadi, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, kelapa sawit memang menjadi salah satu komoditas ekonomi utama Kutim dengan luasan perkebunan mencapai lebih dari 600.000 hektare. Namun, besarnya potensi tersebut tidak boleh membuat sektor pangan terabaikan.

Mahyunadi menyebut ketahanan pangan menjadi semakin penting di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Apalagi, kebutuhan pangan masyarakat Kutim harus mampu dipenuhi secara berkelanjutan.

“Kita tidak bisa makan sawit secara langsung. Sambil menggenjot produktivitas sawit lewat PSR, daerah juga wajib memperkuat produksi padi dan jagung sesuai arahan pemerintah pusat,” tambahnya.

Ia berharap pengembangan perkebunan rakyat dapat meningkatkan kesejahteraan petani tanpa mengurangi kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.(Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.