SANGATTA – Peserta didik baru di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum menerima seragam dan sepatu gratis pada awal tahun ajaran 2026/2027. Program perlengkapan sekolah gratis yang menjadi prioritas pemerintah daerah masih menunggu proses pengadaan selesai.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Akhmad Ashari, mengatakan pengadaan saat ini masih memasuki tahapan lelang. Kondisi tersebut membuat bantuan belum dapat segera disalurkan kepada siswa.
“Masih proses lelang. Pengadaannya belum,” kata Akhmad saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).
Ia menyebut, pelaksanaan program semula ditargetkan bertepatan dengan penerimaan peserta didik baru. Namun, perubahan atau pergeseran anggaran membuat proses pengadaan berjalan lebih lambat dari rencana.
“Maunya kemarin pas penerimaan siswa baru itu sudah. Seharusnya, cuma karena ada pergeseran anggaran, agak lambat,” ujarnya.
Program tersebut menyasar peserta didik baru pada jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP. Bantuan tidak hanya berupa pakaian sekolah, tetapi juga perlengkapan pendukung sesuai jenjang.
Untuk PAUD dan TK, siswa akan memperoleh seragam, tas, serta isi tas. Sementara peserta didik baru tingkat SD dan SMP mendapatkan beberapa pasang seragam dan sepatu.
Akhmad menegaskan, bantuan difokuskan bagi siswa baru. Peserta didik di kelas atas tidak lagi menjadi penerima karena sebelumnya telah memperoleh bantuan serupa.
“Yang terima itu siswa baru saja. Kelas satu saja, karena kelas atas sudah dikasih tahun lalu,” jelasnya.
Selain sekolah negeri, program tersebut juga diperuntukkan bagi peserta didik baru di sekolah swasta. Disdikbud kini masih menunggu proses pengadaan rampung sebelum distribusi dapat dilakukan.(Adv/Kominfo)





