PULAU MIANG – Pengembangan Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur sebagai destinasi wisata bahari terus didorong. Namun, di balik potensi wisata bawah laut dan keindahan pesisirnya, kebutuhan infrastruktur dasar, khususnya kelistrikan, masih menjadi perhatian pemerintah desa.
Kepala Desa Pulau Miang Alimuddin Daud mengatakan, pengembangan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi penting agar potensi wisata dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Pemkab oh luar biasa. Pak Bupati wisatanya, kemudian yang lain-lainnya alhamdulillah responnya luar biasa,” kata Alimuddin.
Ia menjelaskan, kondisi kelistrikan di Pulau Miang masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sistem tersebut sempat mengalami gangguan sehingga desa harus mengoperasikan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik warga.
Pemdes kini mendorong adanya pembangunan PLTS baru. Alimuddin menyebut, pihaknya telah mengikuti pembahasan bersama pemerintah pusat terkait rencana pengembangan sistem kelistrikan tersebut.
“Artinya menurut informasinya ini apabila ada tanahnya sudah siap dibangun itu yang akan didulukan,” ujarnya.
Menurut Alimuddin, kepastian pasokan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan Pulau Miang sebagai destinasi wisata. Terlebih, pemerintah tengah mendorong penataan kawasan wisata bahari Pulau Miang melalui roadmap hingga 2027.
Pulau Miang sendiri memiliki potensi wisata bahari, termasuk ekosistem terumbu karang dan kemunculan hiu paus yang mulai mendapat perhatian dalam promosi wisata Kaltim.
Dengan penguatan infrastruktur dasar, Pemdes berharap aktivitas pariwisata dapat berkembang sekaligus membuka ruang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari sektor wisata.(Adv/Kominfo)





