SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong percepatan pembangunan gudang Bulog di wilayah Kutim. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan sekaligus mendukung penyerapan hasil panen petani daerah.
Namun, pembangunan gudang masih menunggu penyelesaian sertifikat lahan hibah seluas tiga hektare yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk Bulog. Administrasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan dapat dimulai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Dyah Ratnaningrum mengatakan, pembangunan gudang tersebut menggunakan anggaran Bulog dari pemerintah pusat. Karena itu, kesiapan dokumen lahan menjadi bagian yang harus segera diselesaikan.
“Bulog akan membangun kalau sertifikat hibahnya yang dihibahkan ini tiga hektare dihibahkan ke Bulog. Sampai sekarang kami masih menunggu sertifikatnya itu,” kata Dyah.
Menurutnya, seluruh berkas terkait rencana hibah lahan telah dipersiapkan. Bahkan, surat dari Bupati Kutim mengenai kesiapan menghibahkan lahan tersebut kepada Bulog juga telah tersedia.
Dyah berharap persoalan administrasi pertanahan dapat segera diselesaikan melalui koordinasi bersama pihak terkait. Pasalnya, fasilitas gudang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan penyerapan hasil panen petani.
“Harapan kami itu bisa segera selesai karena masih ada selisih itu antara PPN dengan pertanahan. Harus duduk bersama memang, harus duduk bersama,” ujarnya.
Apabila proses administrasi rampung, Dyah memperkirakan pembangunan fisik gudang dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Pemkab berharap fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan menjelang panen raya.(Adv/Kominfo)





