Sangkulirang Pernah Jadi Sentra Ikan, Kini Nelayan Terkendala BBM dan Es Batu

by -550 Views

SANGKULIRANG – Potensi perikanan di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, dinilai masih sangat besar. Namun, aktivitas sektor tersebut belum kembali seperti era kejayaannya pada 1990-an. Keterbatasan fasilitas pendukung menjadi salah satu kendala yang dihadapi para nelayan.

Camat Sangkulirang Cipto Buntoro mengatakan, pada era 1990-an wilayah tersebut pernah menjadi kawasan yang ramai dengan aktivitas perikanan. Saat itu, terdapat banyak kapal dan kelompok usaha nelayan yang beroperasi di Sangkulirang.

Menurutnya, potensi perikanan sebenarnya masih tersedia. Hanya saja, sejumlah fasilitas pendukung yang sebelumnya ada kini tidak lagi tersedia.

“Kalau saya gambarkan atau saya mungkin melihat sejarahnya, di era tahun ’90-an itulah era keemasan perikanan di Sangkulirang,” ujar Cipto.

Ia menyebut salah satu kendala utama saat ini adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Sangkulirang belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), sehingga nelayan menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan BBM untuk melaut.

Selain itu, fasilitas produksi es batu juga menjadi persoalan. Padahal, es dibutuhkan nelayan untuk menjaga hasil tangkapan tetap layak hingga sampai ke pasar.

Cipto menilai, penguatan fasilitas dasar tersebut dapat membuka kembali peluang ekonomi perikanan di Sangkulirang. Terlebih, hasil tangkapan memiliki peluang dipasarkan ke sejumlah daerah sekitar.

“Jadi seandainya memang pemerintah itu membangunkan SPBN dan produksi es batu itu luar biasa, Sangkulirang, masih memungkinkan,” tegasnya.

Pemerintah kecamatan berharap potensi perikanan kembali mendapat perhatian melalui dukungan fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Dengan begitu, sektor perikanan dapat kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Sangkulirang.(Adv/Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.