SANGATTA – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tidak hanya berkutat pada jumlah atlet yang diberangkatkan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kini memusatkan perhatian pada pemetaan kekuatan setiap cabang olahraga (cabor), terutama peluang peningkatan perolehan medali.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi kontingen Kutim untuk menghadapi persaingan pada ajang olahraga tingkat provinsi mendatang. Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, proses inventarisasi dan sinkronisasi cabor telah dilakukan sebagai dasar menentukan target.
“Kita optimis masuk tiga besar. Ketsiapan sudah dari kemarin kita inventorisis, kita data, dan kita sinkronkan dengan cabang-cabang tanding yang ada,” ujar Mahyunadi usai Peringatan Hari Olahraga Nasional dan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Halaman Parkir Stadion Kudungga, Jumat (2/10/2026).
Menurut Mahyunadi, pemetaan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama untuk melihat peluang masing-masing cabor. Perhatian khusus diberikan kepada cabang yang sebelumnya mampu meraih medali perak agar dapat meningkatkan pencapaian pada kompetisi berikutnya.
“Target sudah tercatat semua. Memang ada beberapa yang perlu kita maksimalkan, terutama yang meraih perak agar berpotensi menjadi emas. Meski terbilang berat, kita tetap optimis,” tambahnya.
Selain pembinaan teknis, dukungan pembiayaan juga menjadi bagian persiapan kontingen. Pemkab Kutim memastikan anggaran persiapan telah tersedia. Pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui skema bapak angkat cabor.
Sementara itu, penghargaan bagi atlet berprestasi turut disiapkan sebagai bentuk apresiasi. Bonus atlet direncanakan diberikan tahun depan dengan nilai kompetitif, sebagaimana pelaksanaan pada gelaran sebelumnya.
(Adv/Kominfo)





