SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyoroti kesiapan sumber daya manusia guru dalam mengimplementasikan kurikulum muatan lokal di sekolah.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan pihaknya telah memiliki dan menerbitkan sejumlah buku muatan lokal yang kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kutim.
Namun, keberadaan buku tersebut dinilai perlu didukung dengan kemampuan guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.
“Harapan kita dari muatan lokal kurikulum muatan lokal yang kita sudah berikan itu tersambung dengan kapasitas SDM, sumber daya manusia, guru-guru yang bisa mengimplementasikan kurikulum muatan lokal ini lebih baik,” kata Ilham.
Menurutnya, masih terdapat kemampuan yang perlu ditingkatkan dari sisi guru dalam mengajarkan materi yang terdapat dalam buku muatan lokal.
Disdikbud Kutim pun mendorong peningkatan kapasitas guru agar materi yang telah disiapkan melalui kurikulum muatan lokal dapat diterapkan secara lebih optimal di sekolah.
Ilham mengatakan terdapat sekolah yang memilih bahasa Kutai sebagai muatan lokal. Di sisi lain, terdapat pula sekolah yang memilih materi muatan lokal lainnya.
Khusus jenjang SMP, Ilham berharap sejumlah materi muatan lokal dapat tersambung dengan penguatan sumber daya manusia pengajarnya.
“Harapan kita ini bisa tersambung sehingga sumber daya manusia untuk mengajarkan buku-buku muatan lokal ini tadi, guru-guru muatan lokal tadi ini memiliki kapasitas untuk dikembangkan terus ke depan,” ujarnya.
Menurut Ilham, penguatan kapasitas guru menjadi bagian penting agar program muatan lokal tidak berhenti pada penyediaan dan distribusi buku, tetapi dapat benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.(Adv/Kominfo)





